EkonomiHeadlinesPolitik

8 Negara Berlakukan Larangan Berkunjung (Travel Warning) ke Indonesia

11 Views

Medanesia.com – Sudah dapat diprediksi, jika kondisi sosial – politik tanah air bergejolak maka banyak negara di dunia akan mengeluarkan larangan bepergian warganya ke Indonesia, sehingga kunjungan wisatawan maupun kunjungan yang bersifat pendidikan, ekonomi, dan lainnya akan menurun. Hal itu jugalah yang berlaku pasca aksi massa yang diikuti dengan bentrok massa dengan aparat tanggal 21 dan 22 Mei 2019 yang lalu.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti mengatakan kepada Tempo.co pada Kamis (23/05/2019) bahwa sudah ada empat negara yang telah mengeluarkan larangan bepergian ke Indonesia (travel advice), yaitu Kanada, Amerika Serikat, Inggris dan Australia. Bahkan Amerika Serikat sudah jauh – jauh hari sebelumnya menetapkan travel advice, tepatnya seminggu sebelum tanggal 21 Mei. Kemudian menyusul empat negara ASEAN yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Sehingga tercatat sampai saat ini ada delapan negara yang sudah mengeluarkan travel advice ke Indonesia.

Apa artinya travel advice?

Sederhananya kondisi negara Indonesia saat ini dimata internasional sedang buruk, sehingga tidak kondusif untuk didatangi. Buruknya kondisi suatu negara, apakah karena perang atau bentrokan massa, jelas akan membawa pengaruh pada berbagai sektor kehidupan. Salah satu sektor yang selalu terpengaruh jika terjadi kondisi buruk, adalah kunjungan wisata (sektor pariwisata), yang sedikit banyak akan mempengaruhi sektor ekonomi.

Karena itu, kondisi yang buruk jelas sangat merugikan suatu negara, dan karena itu banyak negara yang berupaya membuat ketenangan dan kestabilan negaranya agar mendapat apresiasi dari dunia Internasional.

Apa yang terjadi di Indonesia (kondisi sosial – politik buruk) jelas sudah terjadi sebelumnya di berbagai negara yang terlibat konflik perang seperti di Suriah, Mesir, Palestine, Libya, Yaman juga beberapa negara di Afrika. Negara-negara seperti Mesir yang mengandalkan sektor pariwisata jelas akan mengalami kerugian yang luar biasa.

Namun semua itu tak dapat dicegah, sebab berbagai soal yang muncul di suatu negara adalah akibat kesalahan aktor-aktor sosial-politik negara itu sendiri. Pendeknya, buruknya situasi yang terjadi saat ini jelas tak bisa dipungkiri adalah buah karya dari elit-elit bangsa Indonesia sendiri. (DDP)