HeadlinesPolitik

Meski Intens Berkomunikasi, Demokrat Belum Putuskan Gabung Koalisi Jokowi

18 Views

Medanesia.com – Meskipun kerap terlihat intens berkomunikasi dengan capres nomor urut 1, Joko Widodo, Partai Demokrat mengaku pihaknya belum bisa memastikan partainya apakah akan bergabung dengan koalisi Jokowi. Menurut Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, sikap Partai Demokrat tergantung kebijakan Majelis Tinggi, itupun jika ada tawaran dari pihak Jokowi itu sendiri.

“Masalah koalisi, nanti itu. Kami kan tidak akan menawarkan atau menjajakan diri, ya. Tapi kalau Pak Jokowi meminta untuk bergabung untuk membantu beliau, tentu Majelis Tinggi akan membahasnya dan memutuskannya kemudian,” kata Ferdinand, Rabu (05/06/2019).

Ferdinand menambahkan, walaupun partainya belum secara resmi memutuskan bergabung dengan koalisi,   akan tetapi Jokowi sudah mulai melibatkan Partai Demokrat untuk membahas kondisi bangsa ini, khususnya pasca Pemilu 2019.

“Pak Jokowi mengajak Partai Demokrat untuk menyelesaikan masalah kondisi kritis dari pengalaman Pak SBY. Pengalaman beliau membawa bangsa keluar dari krisis dan mengangkat perekonomian kita,” ujarnya.

Selain itu, Ferdinand juga menyebutkan, Jokowi juga menilai sosok putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, yang juga menjabat sebagai Ketua Kogasma Partai Demokrat, sebagai salah satu sosok yang layak untuk membantunya di pemerintahan kelak.

“Menurut kita ya, disebut pantas itu artinya pantas untuk membantu beliau ini untuk bangsa. Apakah jadi menteri atau apapun, kita belum tahu. Memang disebut pantas untuk membantu,” ucap Ferdinand.

Pada intinya, Partai Demokrat secara kelembagaan telah mengucapkan selamat kepada paslon Jokowi – Ma’ruf sebagai pemenang Pemilu 2019. Mengenai apakah Demokrat akan bergabung atau tidak, masyarakat tentu bisa menilainya sendiri melalui intensitas Partai Demokrat selama ini ke pihak Jokowi.

“Partai Demokrat menunggu selanjutnya seperti apa. Yang penting publik kan bisa melihat sinyal-sinyal komunikasi politik, bagaimana intens-nya komunikasi Pak Jokowi dengan Demokrat yang diwakili AHY,” ujarnya.

Bagi Ferdinand, urusan Pilpres 2019 sudah selesai, saat ini Partai Demokrat sedang fokus membenahi internal partai sembari merumuskan langkah – langkah kebijakan partai kedepannya.

“Dan menetapkan langkah-langkah strategis dan taktis untuk membesarkan Partai Demokrat ke depan. Itu yang sekarang dipikirkan Partai Demokrat, dan tidak lagi memikirkan pilpres. Bagi Partai Demokrat, pilpres sudah usai,” tutupnya. (FI)