HeadlinesRagamSosial Budaya

Bentrok Buton : 87 Rumah Dibakar, 2 Tewas, Polisi Berlakukan Siaga I

38 Views

Medanesia.com – Pasca bentrok antar warga di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, ratusan pasukan gabungan dari TNI – Polri tetap berjaga di lokasi kejadian untuk menghindari kerusuhan susulan dengan status Siaga I.

“Statusnya (personel) siaga I,” kata Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt di Mapolda Sultra, Jumat (07/06/2019).

“Arahan Bapak Kapolda Sultra, kami melaksanakan siaga I,” lanjutnya.

Polisi berharap, masyarakat sekitar bisa menahan diri serta menghindari segala macam bentuk provokasi yang dapat memicu kerusuhan. Setidaknya, sudah 870 warga mengungsi akibat kericuhan antar warga ini, sebagian besar adalah mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat rumahnya dibakar.

“Mudah-mudahan bisa menahan diri, jangan terus terpancing, agar aktivitas bisa kembali berjalan seperti biasa,” harapnya.

Selain mengakibatkan 87 rumah terbakar, kerusuhan di Buton juga mengakibatkan 2 korban meninggal dunia, dan 8 orang luka – luka.

“Yang meninggal sudah dua orang, korban luka ada delapan orang,” ujar Plt Kadis Kesehatan Buton, Djufri, Jumat (07/06/2019).

Meskipun masih berstatus siaga I, kondisi terkini di Buton sudah semakin kondusif. Polisi pun juga sudah mengantongi beberapa identitas provokator kerusuhan yang melibatkan 2 desa di Buton tersebut.

Seperti diinformasikan sebelumnya, bentrok antar warga ini bermula saat puluhan pemuda melakukan konvoi di malam takbiran, pada Selasa (04/06/2019). Sebanyak 40 pemuda yang berasal dari Desa Sampuabalo tersebut melakukan konvoi dengan menggunakan sepeda motor racing berknalpot bising.

Hingga akhirnya, saat melintasi Desa Gunung Jaya, rombongan pemuda ini memainkan gas motornya sehingga membuat warga Desa Gunung Jaya terganggu. Berawal dari cekcok itulah, kerusuhan akhirnya tidak terhindarkan, hingga disertai pelemparan dan pembakaran rumah warga.

“Karena kesalahpahaman antara Desa Gunung Jaya dengan Desa Sampuabalo, yang diawali dari pemuda Sampuabalo yang melintas di Desa Gunung Jaya, karena memainkan gas motor. Masyarakat Gunung Jaya terganggu dan tidak terima sehingga masyarakat mengeluarkan pernyataan yang tidak mengenakan,” kata Irianto, di Desa Gunung Jaya, Kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton, Kamis (06/06/2019) siang.

“Kejadian tersebut berlanjut, tak lama kemudian, masyarakat Sampuabalo tiba-tiba datang ke Gunung Jaya terjadi lemparan batu. Masyarakat Desa Gunung Jaya sangat sedikit penghuninya, sehingga ada pembakaran,” lanjut Irianto.

Lebih parahnya lagi, aksi bentrok kembali berlanjut pada hari kamis (06/06/2019) diduga karena adanya provokasi bernuansa SARA. Sehingga, polisi menetapkan status Siaga I di lokasi kejadian hingga saat ini agar kerusuhan tidak kembali terjadi. (FI)