EkonomiHeadlines

Maskapai Nasional Protes, Gara – Gara Pemerintah Ingin Undang Maskapai Asing

54 Views

Medanesia.com – Mahalnya harga tiket pesawat belakangan ini memang sangat terasa sekali dampaknya, tidak hanya bagi masyarakat sebagai konsumen, melainkan juga bagi perusahaan maskapai penerbangan dan bandara yang mengalami penurunan. Namun, ditengah gejolak industri transportasi udara tersebut, pemerintah malah menggulirkan wacana ingin mengundang maskapai penerbangan asing untuk masuk ke Indonesia. Berhembusnya wacana ini tentu saja membuat beberapa maskapai penerbangan nasional khawatir dan semakin terpojok.

“Yang saya khawatirkan adalah bisa merusak pasar penerbangan domestik yang kemudian setelah itu ditinggalkan,” ujar Direktur Utama Sriwijaya Air Joseph Adrian Saul, pada Jumat (07/06/2019).

Lebih parahnya lagi, Joseph khawatir apabila kebijakan ini benar – benar di “gol” kan oleh pemerintah, satu per satu perusahaan penerbangan nasional akan bangkrut, akibat tidak mampu bersaing dengan maskapai asing.

Selain itu, bergulirnya wacana itu juga membenarkan seolah – olah mahalnya harga tiket disebabkan oleh perusahaan maskapai itu sendiri. Sementara, beberapa perusahaan maskapai penerbangan juga sedang berjuang keras untuk bertahan hidup ditengah tingginya biaya operasional dan penurunan jumlah penumpang.

“Penerbangan dianggap menjadi satu-satunya penyebab industri pariwisata menurun, tapi di pihak lain, saya tidak dengar industri perhotelan membantu mendorong pariwisata. Toh, peak season Lebaran, harga hotel juga mahal sekali,” jelasnya.

“Airlines sudah beroperasi sangat efisien, yang perlu ditingkatkan ya daya beli masyarakat,” sambungnya.

Senada dengan Joseph, maskapai penerbangan milik pemerintah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, juga ikut khawatir atas bergulirnya wacana ini. Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan bahwa rencana masuknya maskapai asing ke Indonesia ditakutkan akan semakin membunuh kelangsungan maskapai nasional.

“Jangan sampai mengistimewakan maskapai asing. Di Indonesia sudah ada 24 maskapai penerbangan nasional yang bangkrut akibat persaingan yang tidak sehat. Mudah-mudahan jangan ada lagi,” ungkapnya.

Pengamat penerbangan Alvin Lie, menyarankan agar pemerintah lebih introspeksi diri dan berbenah terkait kondisi bisnis transportasi udara saat ini. Menurutnya, mengundang maskapai asing masuk ke Indonesia justru akan memunculkan masalah baru.

“Kalau pemerintah tidak puas atau kecewa terhadap kondisi transportasi udara saat ini, seharusnya langkah yang diambil adalah introspeksi dan berbenah, bukan mengundang pihak luar untuk masuk,” ujarnya, Kamis (06/06/2019).

Alvin juga mengatakan, wacana mengundang maskapai asing juga tak sesuai dengan undang – undang tentang penerbangan dan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang bidang usaha yang tertutup dan terbuka di bidang penanaman modal.

Selain itu, menurut asas cabotage dan UU Nomor 1 Tahun 2009, kepemilikan saham asing dalam perusahaan yang bergerak dalam bisnis angkutan udara, maksimum kepemilikan hanya 49 persen.

“Jadi, tidak ada satu negara pun di dunia yg mengizinkan maskapai milik asing untuk melayani rute domestik negaranya,” terangnya. (FI)