EkonomiHeadlines

Isu China Airlines Buka Penerbangan Domestik Menyebar, Ini Klarifikasi Kemenhub

46 Views

Medanesia.com – Hasil tangkap layar (screenshoot) tiket penerbangan maskapai China Airlines dengan nomor penerbangan CI 9798 rute Jakarta – Makassar tiba – tiba menyebar di beberapa grup Whatsapp dan Sosial Media. Sontak saja, beredarnya tiket penerbangan domestik yang dilakukan oleh maskapai asing milik Taiwan tersebut bikin kaget masyarakat.

Lantas bagaimana bisa maskapai asing tiba – tiba bisa membuka penerbangan domestik di Indonesia, sementara belum ada aturan resmi dari pemerintah yang membolehkan hal tersebut?

Menyikapi beredarnya isu miring tersebut, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, akhirnya angkat bicara. Pihaknya menjelaskan bahwa rute penerbangan tersebut ternyata bukan dilayani oleh maskapai China Airlines, melainkan oleh Garuda Indonesia yang memang sudah ada kerjasama dengan China Airlines, atau biasa dikenal dengan istilah codeshare.

“Tidak ada itu. Sebenarnya itu codeshare antara Garuda dengan China Airlines,” kata Menhub Budi Karya Sumadi kepada wartawan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, pada Jumat (14/06/2019).

Maskapai Garuda Indonesia dan China Airlines adalah anggota dari aliansi penerbangan internasional, Skyteam. Perlu diketahui bahwa dalam aliansi Skyteam tersebut, keduanya memang sudah lama menjalin kerjasama dalam hal pemasaran tiket penerbangan internasional.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Hengki Angkasawan, juga ikut meluruskan, bahwa sebenarnya penerbangan tersebut adalah rute dari Taiwan menuju Makassar, Indonesia. Para penumpang yang berangkat dari bandara di Taiwan tentu saja menumpangi pesawat China Airlines.

Sesampainya di Jakarta, penumpang kemudian transit di bandara dan berpindah pesawat ke Garuda Indonesia yang melayani penerbangan Jakarta – Makassar. Hal itu pun berlaku bagi penumpang dari Indonesia yang ingin terbang ke Taiwan.

Saat berangkat dari Indonesia penumpang menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Sesampainya di bandara Taiwan, penumpang kemudian berpindah pesawat China Airline.

“Pada penerbangan internasional itu bisa dilakukan. Dia hanya menjual rute, bukan penerbangan pesawatnya. Mereka bisa berbagi pemasaran untuk rute domestik itu karena memang sudah ada kerja sama codeshare,” ujar Hengki.

Oleh karenanya, Hengki menjelaskan bahwa penerapan codeshare tidak melanggar dan tetap sesuai aturan yang berlaku. Adapun kerjasama tersebut dilakukan secara business to business (B to B) sehingga sepenuhnya diatur oleh masing – masing maskapai.

Sejalan dengan Hengki, Sekretaris Perusahaan Garuda Indonesia, Iksan Rosan, menambahkan, codeshare antara Garuda Indonesia dengan China Airlines merupakan kerjasama yang sudah lama dilakukan. Pihaknya menegaskan bahwa screenshoot tiket penerbangan Jakarta – Makassar yang viral tersebut dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia.

Kata Iksan, penerbangan tersebut awalnya berasal dari Taipei, Taiwan menggunakan pesawat China Airlines, kemudian transit di Jakarta. Setelah itu, dari Jakarta, penumpang China Airlines menaiki pesawat Garuda Indonesia menuju ke Makassar.

“Jadi bukan China Airlines yang melayani Jakarta – Makassar. Itu oleh kita,” pungkasnya. (FI)