HeadlinesKelas FilsafatPolitik

Serial Diskusi Kepemimpinan : Sebuah Pengantar (Part 1)

75 Views

Medanesia.com – Adalah sangat penting keberadaan dan kedudukan seorang pemimpin dalam kehidupan manusia. Untuk selamat dalam kehidupannya, manusia membutuhkan jalan, arahan, bimbingan, bahkan hukuman dari seorang pemimpin. Sudah fitrahnya, tanpa kehadiran pemimpin kehidupan umat manusia cenderung tidak terarah, bingung seperti ungkapan “bagai anak ayam kehilangan induknya”. Bahkan ada ungkapan klasik yang mengatakan, “lebih baik hidup seribu hari dipimpin oleh pemimpin yang zhalim daripada hidup satu hari tanpa pemimpin”. Tanpa pemimpin suatu bangsa hanyalah laksana kapal tanpa nakhkoda yang menjadikan kapal akan terombang-ambing, menimbulkan kecemasan dan tentu menjadi mimpi buruk bagi penumpangnya.

Dewasa ini semua umat manusia, semua bangsa-bangsa, semua kelompok, atau organisasi sangat menggantungkan harapannya pada pemimpin dan kepemimpinan yang dijalankannya. Sadar atau tidak masyarakat suatu bangsa ataupun karyawan suatu perusahaan, baik sukarela ataupun terpaksa telah menyandarkan hidupnya pada seorang pemimpin dan kepemimpinannya. Ditangan pemimpinlah anggota menaruhkan seluruh cita dan harapan hidupnya.

Namun keberadaan sosok pemimpin saja dewasa ini ternyata tidak cukup. Seorang pemimpin dituntut memiliki kepemimpinan yang handal. Selaku sosok, keberadaaan pemimpin jelas penting, namun adanya kepemimpinan dari pemimpin tersebut jauh lebih penting. Pemimpin tanpa kepemimpinan ibarat nahkoda tanpa pengetahuan dan pemahaman. Pemimpin tanpa kepemimpinan ibarat pepatah the blind man leading the blind man yaitu ibarat orang buta memimpin orang buta, yang menuntun masyarakat terperosok pada jurang masalah yang semakin dalam.

Pentingnya kedudukan pemimpin dalam kehidupan umat manusia, tentu saja memberikan makna mendalam pada keberadaan pemimpin tersebut. Secara hakiki pemimpin bisa bermakna sebagai wakil Tuhan yang akan menjaga dan merawat semua pemberian-Nya, atau sebagai orang tua yang bertanggungjawab terhadap umat (masyarakat) ataupun anak-anak yang dipimpinnya.

Penulis : H. Dadang Darmawan Pasaribu, M.Si (Pembina dan Peneliti Ahli Institut Kolektif Medan, Dosen FISIP UMA)

Baca Artikel Part Lainnya, Klik Serial Diskusi Kepemimpinan