HeadlinesMedanPilkada 2020Politik

Refleksi 429 Tahun Kota Medan: APBD Rp 6,1 Triliun, Lantas Seperti Apa Realisasinya?

103 Views

Medanesia.com (Medan) – Realisasi APBD Kota Medan sebesar kurang lebih Rp 6,1 Trilyun harusnya mampu membuat Kota Medan lebih maju dan bersaing diantara kota – kota lainnya di Indonesia. Namun sayang, angka yang tergolong besar ini ternyata dinilai belum mampu mengakomodir aspirasi masyarakat Kota Medan, bahkan untuk beberapa aspek yang sifatnya mendasar, seperti kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur.

Permasalahan ini diungkap oleh Aktivis Fitra Sumut, Rurita Ningrum, saat menjadi narasumber dalam diskusi “Refleksi Hari Jadi ke – 429 tahun Kota Medan: Medan Rumah Siapa?” yang diselenggarakan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan, pada Rabu (3/7/2019).

“Angka ini terbesar di Sumatera Utara dan hampir setengahnya APBD Provinsi Sumatera Utara 2019” ungkap Rurita.

Rurita mencontohkan, misalnya dalam pelayanan kesehatan, beberapa Puskesmas masih banyak yang belum ramah penyandang disabilitas.

“Contohnya di Dinas Kesehatan Medan. Di beberapa Puskesmas masih banyak yang tak ramah pada penyandang disabilitas” kata Rurita.

Selain itu, Rurita juga menyoroti mekanisme kerja Dinas PU Pemko Medan yang dinilai tidak efektif dan terkesan tidak profesional.

“Ada proyek perbaikan drainase. Parit dikorek tapi sampahnya tak diangkut. Ini harusnya kan bisa jadi satu item sehingga kontraktor pengerjaannya bisa mengangkat sampah dan tanah itu tanpa berminggu-minggu di tepi jalan,” ujarnya.

Realisasi anggaran Dinas Pendidikan Medan juga tak lepas dari permasalahan. Padahal, khusus di bidang pendidikan, ada gelontoran anggaran sebesar Rp 1, 2 triliun di tahun 2019.

“Itu tidak lagi mengurusi SMA sederajat karena sudah wewenang Disdik Provinsi Sumut. Tapi ya bisa kita dapati banyak persoalan pendidikan di Medan ini,” kata Rurita.

Oleh karenanya, Rurita mengajak para mahasiswa dan aktivis pergerakan untuk berperan aktif mengawasi jalannya anggaran di Kota Medan.

“Ingat, politik anggaran tidak hanya ada di DPRD. Tapi elemen mahasiswa harus aktif mendorong kebijakan bahkan sebelum disahkan. Proses pengesahannya harus kita kawal terlebih dulu,” tegas Rurita.

Selain itu, Rurita juga mengajak peserta untuk memperjuangkan calon pemimpin Kota Medan yang berintegritas dan mampu menjalankan pembangunan Kota Medan ke arah yang lebih baik.

“Mari kita dukung orang berintegritas seperti Bang Edy Ikhsan ini untuk membawa perubahan agar Medan bisa lebih baik,” tukasnya.

Selain Rurita, diskusi dalam rangka HUT Kota Medan itu juga diisi oleh beberapa narasumber berkompeten, diantaranya Ketua Komisi D DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan, ST dan Dosen Fakultas Hukum USU Dr. Edy Ikhsan, SH, MA. (FI)