HeadlinesMedanPilkada 2020

Ulos Untuk Edy Ikhsan Menuju Pilkada Kota Medan 2020

98 Views

Medanesia.com (Medan) – Bakal calon Walikota Medan, Dr. Edy Ikhsan, SH, MA, kembali berkonsolidasi dengan elemen masyarakat di akar rumput. Kali ini dirinya bertatap muka dengan simpul yang dibentuk oleh relawan bernama KEDAN (Kawan Edy Ikhsan).

KEDAN menyambut Edy Ikhsan dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, pada Kamis (22/8/2019). Dalam kesempatan tersebut, masyarakat sekaligus mengulosi Edy Ikhsan sebagai wujud dari dukungan menuju Pilkada Walikota Medan 2020 mendatang.

“Ulos ini bukan hanya kami menerima Edy Ikhsan, tapi juga ada tanggungjawab kami untuk memenangkan Edy Ikhsan pada Pilkada Medan nanti agar menjadi pelayan kami,” ujar Tokoh Masyarakat, Manimpan Siahaan, usai mengulosi Edy Ikhsan.

Prosesi pengulosan ini disaksikan sejumlah tokoh masyarakat yang juga tergabung dalam simpul ini, diantaranya Ketua KEDAN Medan Helvetia Kipron Silalahi dan Sekretaris KEDAN Medan Helvetia Alex Sitorus. Kemudian juga hadir beberapa tokoh masyarakat lainnnya seperti Toni Tarigan, Ngambat Ginting, R br Siahaaan serta Emi br Panggabean.

Dalam kesempatan yang sama, Pendiri KEDAN, Supri Silalahi menegaskan bahwa saat ini rakyat benar – benar membutuhkan sosok pemimpin atau Walikota yang diusung dari kehendak rakyat.

“Demokrasi itu kan dari rakyat dan kembali ke rakyat. Bukan dari parpol kembali ke parpol. Apalagi calon yang kita usung bernama Edy Ikhsan sudah saya kenal sejak lama. Bahkan saya adalah mahasiswa beliau sewaktu di Fakultas Hukum USU. Saya bertanggungjawab untuk memenangkan perjuangan bersama ini,” tegas Supri.

Supri juga memaparkan, bahwa saat ini KEDAN telah terbentuk di 12 kecamatan di Kota Medan. Supri menegaskan, kedepannya akan banyak program kerakyatan yang akan digelar demi memperkenalkan sosok Edy Ikhsan kepada simpul – simpul akar rumput.

“Ini masih tahap perkenalan simpul kepada calon. Perjalanan masih panjang. Namun kita tegaskan jika ada yang bertanya wani piro, kita tidak memaksa untuk ikut perjuangan ini. Namun jika kita ridho, maka ikutlah bersama kita dalam perjuangan yang ke depan tentu semakin berat,” tegas Supri.

Dia juga menambahkan bahwa KEDAN bukanlah organisasi berbasis agama melainkan simpul masyarakat yang terdiri dari masyarakat lintas etnis dan agama yang bersatu untuk mendukung Edy Ikhsan.

“Dukungan ini bukan berbasis agama. KEDAN ini plural. Bahkan banyak pengurus IPK Medan Helvetia di KEDAN ini. Kita tahu Bang Edy Ikhsan ini menjunjung tinggi pluralisme. Saya sendiri sebagai Muslim Batak bermarga Silalahi sangat mengagumi itu. Dan kami tak bisa diadudomba,” ungkap Supri.

Sementara itu, Edy Ikhsan dalam kata sambutannya, mengapresiasi KEDAN sebagai bagian dari perjuangan menuju Medan yang lebih manusiawi.

“Silaturahmi ini yang membuat saya tegar menghadapi perjuangan yang amat berat ini. Yang tentu berkesan juga adalah ulos ini yang memorable hingga akhir hayat saya. Tentu ini menjadi tanggungjawab yang harus saya wujudkan,” kata Edy Ikhsan.

Edy menegaskan keputusannya untuk ikut bertarung pada Pilkada Medan 2020 ini merupakan hasil analisis panjang yang sangat matang dan penuh pertimbangan.

“Tak ada syahwat kekuasaan pribadi. Ini kumpulan dari kegelisahan kita bersama tentang kota tempat kita lahir dan tinggali bersama ini,” ungkap pria kelahiran Jl. Purwo kawasan Serdang, Medan Perjuangan itu.

Pertemuan banyak diisi diskusi warga dengan Edy Ikhsan. Dominan membahas hak – hak dasar warga Kota Medan yang selama ini kerap dikebiri penguasa. (FI)