HeadlinesPolitik

Demo di Papua Ricuh, 1 Orang Anggota TNI AD Gugur, 5 Polisi Luka – Luka

59 Views

Medanesia.com – Aksi demonstrasi menuntut referendum yang terjadi didepan Kantor Bupati Deiyai, Papua, pada Rabu (28/08/2019) berakhir ricuh. Akibatnya, seorang anggota TNI AD yang diketahui bernama Serda Rikson, gugur karena terkena panah yang diduga berasal dari kelompok massa yang membawa senjata tajam. Rencananya, jenazahnya akan segera dievakuasi ke Nabire melalui jalur darat.

Selain korban jiwa, lima personel Polri yang turut mengamankan demonstrasi juga dikabarkan mengalami luka – luka.

“Satu anggota TNI AD gugur dan ada tambahan lima anggota Polri terluka (akibat) panah,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, pada Rabu (28/08/2019).

Dedi menjelaskan, pada awalnya sekitar 150 massa aksi menggelar demonstrasi mendesak Bupati agar menandatangani surat persetujuan referendum. Tadinya, aparat berhasil melakukan negosiasi dengan massa aksi, namun tanpa diduga, tiba – tiba muncul beberapa orang dalam jumlah banyak dari berbagai penjuru langsung menyerang aparat dengan senjata tajam.

Mereka secara membabi buta langsung menyerang aparat, baik kepada TNI maupun Polri yang berada di lokasi aksi. Situasi pun kian tak terkendali dan anarkis, hingga akhirnya menyebabkan satu orang anggota TNI AD gugur dan lima orang polisi luka – luka.

Terkait adanya informasi enam warga yang tewas dalam aksi tersebut, dikonfirmasi bahwa kabar tersebut ternyata hoaks. Hal itu dikonfirmasi langsung melalui akun twitter resmi Pusat Penerangan TNI.

“Hati2 dengan berita HOAX ya tweepss, jangan mau terprovokasi mari bersama jaga NKRI” tulis akun twitter resmi @puspen_tni.

Perkembangan terakhir pada Kamis (29/08/2019) pagi, Polda Papua memberikan keterangan terbaru terkait jumlah korban meninggal dunia, yaitu satu orang anggota TNI AD dan dua orang pengunjukrasa.

“Satu orang massa kena tembakan di kaki dan meninggal dunia di RS Eranotali, satu orang massa meninggal kena panah di perut di halaman kantor Bupati Deiyai,” ujar Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Papua, Kompol Anton Ampang, seperti dilansir BBC News Indonesia, pada Kamis (29/08/2019) pagi. (FI)