HeadlinesRagamSosial Budaya

Heboh! Disertasi Ini Halalkan Zina Ada Dalam Alquran

117 Views

Medanesia.com (Jakarta) – Sebuah disertasi yang menghalalkan zina menghebohkan publik, khususnya umat Islam baru – baru ini. Disertasi yang ditulis oleh Abdul Aziz di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini bahkan mengklaim, pernyataan kontroversialnya itu didukung ayat Alquran.

Dalam sebuah wawancara di program Apa Kabar Indonesia Pagi TV One, pada Senin (02/09/2019) di Jakarta, Abdul Aziz mengatakan, hubungan seksual dibolehkan dalam dua hal, yakni melalui bingkai pernikahan dan melalui konsep Milkul Yamin, yaitu hubungan yang didasarkan pada komitmen antara kedua belah pihak, atau suka sama suka.

Abdul Azis mengatakan tafsirnya mengenai Milkul Yamin didasarkan pada tafsir intelektual muslim asal Suriah, Muhammad Syahrur. Abdul juga menambahkan, konsepnya ini bisa menjadi rujukan baru untuk pembaruan hukum pidana dalam RUU KUHP yang nantinya akan disahkan.

Sontak saja, pernyataan Abdul Aziz mendapat reaksi keras dari umat Islam dan ulama, salah satunya dari Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Zaitun Rusmin. Ustadz Zaitun sangat menyayangkan, kenapa disertasi ini bisa diluluskan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Menurutnya, pernyataan Abdul Aziz dalam disertasinya adalah sebuah musibah, karena menghalalkan seks diluar nikah yang menurutnya sangat merusak akhlak.

“Kita di MUI dan ormas Islam pertama menyikapi disertasi ini dengan ucapan innalillahi wa inna ilaihi rojiun” ujar Zaitun Rusmin dalam sesi wawancara yang sama.

Ustadz Zaitun mengatakan, konsep zina sebenarnya sudah selesai dan tegas dikatakan sebagai perbuatan haram.

“Kalau definisi zina nggak ada, saya tidak tahu kalau seorang doktor bicara begitu, pembahasan zina di kalangan para ulama itu sudah selesai. Bahkan orang – orang baru belajar Islam pun sudah tahu,” ujar Zaitun.

Terkait konsep Milkul Yamin yang disampaikan oleh Abdul Aziz, Zaitun mengatakan bahwa istilah itu sebenarnya memiliki makna yang berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Abdul Aziz. Zaitun mengungkapkan, istilah ini sengaja disamarkan, terlebih di kalangan umat Islam yang masih awam dengan istilah – istilah seperti ini.

“Persoalan ini yang sebetulnya agak disamar-samarkan dan tidak diterjemahkan, kenapa tidak dijelaskan makna sebenarnya mengenai seks bebas di luar pernikahan? inilah yang kami sayangkan di zaman kita ini,” tukasnya.

Ustadz Zaitun menjelaskan, Milkul Yamin adalah konsep perbudakan, bukan sebuah komitmen seperti yang disampaikan oleh Abdul Aziz dan Syahrul. Milkul Yamin itu sebelum adanya Islam, dimana budak dianggap sebagai hak milik dan dilegalkan untuk melakukan perzinahan dengan budak tersebut.

“Namun setelah Islam datang, maka hal itu dihapuskan dengan menyempitkan persepsi itu dan membebaskan para budak,” tuturnya.

Jadi menurut Rusmin, keliru jika Abdul Aziz malah mengaitkan istilah tersebut dengan konsep komitmen suka sama suka. Rusmin malah menganggap, klaim itu sama saja membolehkan seks bebas.

“Komitmen apa itu? Kalau itu bilang saja seks bebas,” katanya.

Alumni Universitas Madinah itu menilai, disertasi ini merupakan sebuah musibah besar yang sangat berbahaya bagi umat Islam. Zaitun meminta agar para ulama, tokoh, dan umat Islam berbicara untuk menentang disertasi ini. Apalagi dalam Islam, zina jelas merupakan sebuah perbuatan tercela yang bisa mendatangkan bencana.

“Orang berzina saja itu sudah musibah, apalagi berzina dan merasa itu boleh. Itu adalah musibah yang adzhom, dan para ulama dan tokoh harus berbicara, ini tidak boleh berlanjut sampai kemudian diamalkan,” katanya.

“Kalau alasan, semua orang bisa cari pembenaran. Ini adalah perbuatan yang bertentangan dengan syariat Islam,” tegasnya. (FI)