HeadlinesRagamSosial Budaya

Terkait Disertasi “Menghalalkan Seks Bebas”, Abdul Aziz Meminta Maaf

75 Views

Medanesia.com – Heboh disertasi kontroversial yang ditulis oleh Abdul Aziz dalam rangka menyelesaikan pendidikan doktoralnya di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, yang dinilai menghalalkan hubungan seksual nonmarital atau di luar nikah, akhirnya menuai banyak kecaman di masyarakat.

Untuk menjawab kontroversi tersebut, pihak Sekolah Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga akhirnya memutuskan untuk memfasilitasi Abdul Aziz untuk memberikan klarifikasi melalui konferensi pers yang diadakan di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pada Selasa (03/09/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Aziz menyatakan bahwa pihaknya akan segera merevisi isi disertasinya sekaligus menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh pihak, khususnya kepada umat Islam atas kontroversi yang terjadi akibat disertasi yang ditulisnya.

“Mempertimbangkan kontroversi terkait disertasi yang saya tulis berjudul “Konsep Milk al-Yamin Muhammad Syahrour sebagai Keabsahan Hubungan Seksual non-Marital”, maka saya menyatakan akan merevisi disertasi tersebut berdasarkan atas kritik dan masukan dari para promotor dan penguji pada ujian terbuka, termasuk mengubah judul menjadi “Problematika Konsep Milk al-Yamin dalam Pemikiran Muhammad Syahrour” dan menghilangkan beberapa bagian kontroversial dalam disertasi” ujar Abdul Aziz.

“Saya juga mohon maaf kepada umat Islam atas kontroversi yang muncul karena disertasi saya ini. Saya juga menyampaikan terima kasih atas saran, respon, dan kritik terhadap disertasi ini dan terhadap keadaan yang diakibatkan oleh kehadirannya dan diskusi yang menyertainya,” lanjutnya.

Sementara itu, Promotor disertasi Abdul Aziz, Prof. Dr. H. Khoiruddin Nasution, M.A. mengatakan bahwa pihaknya akan mengawal perbaikan disertasi Abdul Aziz sesuai dengan kritik dan keberatan dari promotor dan para penguji pada ujian terbuka. Promovendus Abdul Aziz juga sudah menyatakan akan memasukkan kritik dan keberatan tersebut dalam revisi disertasinya.

“Jika perbaikan itu sudah selesai, saya berharap tidak akan ada kontroversi lagi,” tutur Khoiruddin.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi, S.Ag, MA, M.Phil., Ph.D menjelaskan bahwa ijazah yang nantinya akan dikeluarkan oleh Pascasarjana belum ditandatangani oleh Direktur Pascasarjana dan Rektor UIN Sunan Kalijaga.

“Ijazah akan keluar jika revisi sudah dinyatakan selesai,” kata Noorhaidi.

Noorhaidi menambahkan, sebenarnya fokus dari disertasi ini yaitu mengkaji pemikiran Milk Al Yamin dari Muhammad Syahrour melalui kacamata analisis yang kritis dalam konteks akademik dan memberikan sumbangan terhadap perdebatan teoritis kesarjanaan mengenai tafsir yang berkembang di dunia termasuk penafsiran kontroversial Syahrour.

“Apa pikirannya, bagaimana pikiran itu berkembang, dan kenapa Syahrour bisa berpikir seperti itu? Itu kesimpulan disertasi Mas Aziz,” kata Noorhaidi.

Di kesempatan yang sama, Ketua Prodi Studi Islam Progam Doktoral (S3) Ahmad Rafiq, S.Ag, M.Ag, MA, Ph.D menerangkan bahwa prosedur disertasi di Prodi S3 Pascasarjana dengan ujian terbuka sebagai seremonial terakhir.

Namun, jika pada ujian terbuka ada keberatan dari tim penguji dan promovendus tidak dapat mempertahannya, maka promovendus harus melakukan revisi.

“Secara akademik kita menjunjung kebebasan menyampaikan ide, tapi secara akademik pula promovendus harus mempertanggungjawabkan logika dari temuannya. Ketika logika dihadapkan dengan pernyataan dan pertanyaan para penguji dan gagal maka promovendus diharuskan merevisi pasca promosi. Di sini tidak ada kebebasan akademik yang terkengkang, secara prosedural keberatan-keberatan dari tim penguji juga harus diakomodasi karena itu juga bagian dari kebebasan akademik.” kata Rafiq. (FI)