DaerahHeadlinesPolitik

Anggota DPRD Sumut Terpilih, Benny Sihotang, Jadi Tersangka Kasus Pasar Horas

109 Views

Medanesia.com (Medan) – Anggota DPRD Sumatera Utara terpilih, Benny Sihotang, ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumatera Utara atas kasus dugaan penipuan terkait proyek revitalisasi Pasar Horas, Kota Pematangsiantar. Selain Benny, Fernando Nainggolan alias Moses juga ikut terseret kasus ini sebagai tersangka.

“Sudah kita tetapkan sebagai tersangka (Benny Harianto Sihotang) dan Fernando Nainggolan alias Moses,” kata Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian, pada Kamis (12/09/2019).

Andi menerangkan, penetapan itu diputuskan setelah Penyidik Subdit II Harta Benda Bangunan dan Tanah (Harda Bangtah), meyakini dengan diperkuat oleh beberapa alat bukti dan keterangan dari para saksi.

Dia menambahkan, Benny diduga menjadi otak utama dibalik kasus penipuan ini, sementara Fernando berstatus sebagai orang suruhan.

“Memang dia (Benny Sihotang) yang dilaporkan (otak pelakunya). Sedangkan Fernando ikut serta dalam kasus ini. Dia (fernando) merupakan orang suruhan Benny,” tegas dia.

Sementara itu, Kasubdit Harda Bangtah AKBP Edison Sitepu ikut membenarkan informasi terkait penetapan tersangka atas keduanya.

“Penetapan tersangka setelah dilakukan gelar perkara dan memeriksa beberapa saksi sebelumnya,” ungkapnya.

Untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut, Benny Sihotang nantinya akan dipanggil kembali dalam kapasitasnya sebagai tersangka, senin depan (16/09/2019).

“Ya akan kita panggilan senin pekan depan untuk diperiksa sebagai tersangka,” jelasnya.

Dalam kasus ini, Benny Sihotang sebelumnya dilaporkan oleh Rusdi Taslim ke Mapolda Sumut karena merasa dirugikan sebesar Rp 1,7 miliar.

Untuk menyelidiki kasus ini, penyidik Subdit II Harta Benda Bangunan dan Tanah (Harda Bangtah) Ditreskrimum Polda Sumut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait proyek revitalisasi Pasar Horas yang berbuntut terjadinya dugaan penipuan. Diantaranya Walikota Pematangsiantar Hefriansyah Noor dan Sekda Kota Pematangsiantar Budi Utari Siregar.

Untuk proyek revitalisasi Pasar Horas Pematangsiantar dianggarkan di tahun 2018 dengan pagu senilai Rp24 miliar.

Oleh pihak PD Pasar Horas yang kala itu Dirutnya Benny Harianto Sihotang, memenangkan satu perusahaan milik Fernando Nainggolan alias Moses bersama Rusdi Taslim.

Seiring berjalannya waktu, Benny Sihotang meminta uang kepada rekanan (Rusdi Taslim). Oleh Rusdi Taslim menyuruh anggotanya bernama Didit Cemerlang yang kemudian uang diberikan kepada Fernando Nainggolan alias Moses.

Oleh Fernando Nainggolan alias Moses mengirim lewat rekening kepada Benny Harianto Sihotang. Akan tetapi, proyek pembangunan Pasar Horas tidak ada alias fiktif. Akibat kejadian itu, Rusdi Taslim mengaku mengalami kerugian Rp1,7 miliar.

Karena menjadi korban penipuan, sehigga Rusdi Taslim melaporkan kasus itu ke Poldasu ditangani Subdit IV/Renakta. Tapi karena dinilai penangananya terkesan lambat sehingga diserahkan ke Subdit II/Harda-Bangtah. (Red)